Breaking News

Beramu Dengan Perahu Ketek, Salah Satu Tradisi di Burai Menjelang Hajatan

Reporter: Rumba

Ogan Ilir | Gerbang Indonesia – Puluhan warga Burai melaksanakan kegiatan ‘Beramu’ kayu bakar menjelang acara hajatan. Hal itu adalah bagian dari adat dan juga tradisi yang masih tetap dijaga oleh masyarakat setempat. Kegiatan Beramu sendiri sering dilakukan dengan menggunakan perahu ketek sebagai salah satu akses transfortasi di air.

Kepada Gerbang Indonesia, Segulu (45) warga Burai, Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan, bersama puluhan teman lainnya mengatakan bahwa, kegiatan ini adalah salah satu adat istiadat di Desa Burai, apabila ada masyarakat yang akan melaksanakan hajatan kegiatan Beramu sering dilaksanakan.

“Kita disini adat istiadatnya masih kuat pak, kalau ada masyarakat yang akan melaksanakan hajatan, kegiatan beramu ini sering kita lakukan,” ujar Segulu. Minggu, (28/11/2021) siang.

“Beramu ini juga, kita harapkan sebagai ajang silaturahmi serta sebagai upaya menjaga kerukunan agar terjalin ukhuwah islamiyah sesama kami di Desa Burai ini,” timpal bapak dari dua anak itu.

Ditempat yang sama, Rambo (38) dusun V desa Burai menegaskan hal serupa seperti yang dikatakan oleh Segulu. Menurutnya, Beramu kayu bakar pun tidak jarang memakai puluhan perahu ketek, sehingga hasil Beramu menjadi lebih banyak.

“Benar pak, kegiatan seperti ini sudah sering dilaksanakan. Seperti tadi, kita punya empat perahu ketek dengan melibatkan puluhan orang ikut Beramu dan alhamdulillah hasilnya juga banyak. Kita yakin untuk acara hajatan nanti, sudah pasti akan cukup,” kata Rambo.

Masih kata Rambo, untuk Beramu kayu bakar kali ini kami persiapkan untuk dua bulan kedepan, karena ada satu masyarakat yang akan melaksanakan hajatan yaitu melangsungkan Akad Nikah putri pertamanya, lebih tepat pada tanggal 23/1/2022 tahun depan.

“Memang masih lama kayu ini untuk digunakan, tapi kan kita harus mempersiapkan sedini mungkin. Jadi nantinya jika kayunya basah, kalau sudah dua bulan sudah pasti kering serta mudah untuk kita pergunakan,” jelas pria berkumis tebal tersebut.

“Untuk Beramu siang tadi, antara lain ada Syam, Aloe, Jenal, terus Joe, Romie, Ipul, Bang Jek, Tomie, Segulu dan juga saya,” tukasnya sembari memelas keringat pakai handuk. (Rumba)

About GI

Check Also

Foto: Budaya Sampang Madura (dok.Pemkab Sampang)

Eksekutif dan Legislatif Kabupaten Sampang Gunakan Bahasa dan Adat Daerah Pada Rapat Paripurna Hari Jadi Sampang ke-398

Reporter: Sakban Sampang | Gerbang Indonesia – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemkab Sampang …

Leave a Reply

Your email address will not be published.