Breaking News

Kemenkes Tegaskan Biaya Perawatan Pasien Covid-19 di RS Gratis

Kemenkes Tegaskan Biaya Perawatan Pasien Covid-19 di RS Gratis

Gerbangindonesia.com – Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Abdul Kadir menegaskan, seluruh biaya perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit ditanggung pemerintah yang juga dikenal gratis.

Abdul mengatakan, ketentuan tersebut diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular.

“Jadi untuk pembayaran biaya selama mereka itu masuk opname ke rumah sakit itu menjadi tanggungan pemerintah, karena itu diatur oleh Undang-Undang Wabah, maka itu semua perawatan di rumah sakit itu ditanggung oleh pemerintah,” kata Abdul dalam konferensi pers secara virtual, Kamis (10/2/2022).

Baca juga:  Polemik Kartu Pembayaran Tiket Non Tunai, Sudahkah Masyarakat Siap

Abdul menjelaskan, pemerintah menanggung semua biaya perawatan pasien Covid-19 hingga dinyatakan sembuh atau negatif Covid-19 dan dokter penanggung jawab pelayanan (DPJP) mengizinkan mereka pulang.

“Batasannya sampai dia (pasien) negatif, dan diputuskan oleh DPJP bisa pulang, apakah 5 atau 3 atau 4 hari itu sangat bergantung pada DPJP, walaupun misalnya sudah 20 hari dia masih di ICU itu pun kita (pemerintah) masih tanggung, jadi kondisi normal dengan exit tes PCR (negatif),” ujarnya.

Baca juga:  Mayor Marinir Wahyu Widodo Menjabat Danyonmarhanlan Vlll Bitung, Dalam Sertijab di Mako Pasmar 2

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah menerbitkan Surat Edaran nomor YR.03.03/III/0543/2022 yang ditujukan kepada seluruh pengelola daerah dan rumah sakit untuk tidak memungut pajak kepada pasien Covid-19.

“Pembiayaan perawatan pasien Covid-19 di rumah sakit menjadi tanggung jawab Negara. Oleh karena itu, rumah sakit tidak diperkenankan untuk memungut biaya apapun kepada pasien,” demikian bunyi SE tersebut dikutip Jumat (28/1/2022).

Dalam SE tersebut juga menyatakan bahwa setiap rumah sakit yang merawat pasien Covid-19 wajib melengkapi data pasien Covid-19 di rumah sakit secara online dan melakukan pemutakhiran data setiap hari.

Integritas data di rumah sakit online akan digunakan sebagai dokumen bukti dalam proses verifikasi klaim Covid-19

Baca juga:  Program Tahunan PDI-P Lakukan Penanaman Pohon di Jonggol, Sekaligus Milad PDI-P KE-49

Selain itu, Kemenkes menegaskan rawat inap diperuntukkan bagi pasien Covid-19, termasuk varian Omicron dengan gejala sedang, berat, dan kritis.

“Untuk itu rumah sakit dapat berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Puskesmas di wilayahnya bila pasien membutuhkan isolasi,” tulis SE tersebut.

Selain itu, pasien tanpa gejala atau gejala ringan atau tanpa penyakit penyerta dapat melakukan isolasi mandiri di rumah jika memenuhi kriteria, Kementerian Kesehatan telah menyiapkan layanan konseling melalui telemedicine.

Sedangkan pasien yang tidak memenuhi kriteria isolasi mandiri dapat dilakukan isolasi terpusat.

Check Also

Informasi Terkait JHT Terbaru

Informasi Terkait JHT Terbaru

Gerbangindonesia.com PERATURAN MENTERI Tenaga Kerja (Permenaker) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan …