Breaking News

Masyarakat Mubar Tampilkan Kembali Budaya Kantola yang Hampir Hilang

Reporter: La Roni

MUBAR | Gerbang Indonesia – Masyarakat Kabupaten Muna Barat (Mubar) menampilkan seni kebudayaan Kantola (nyanyian berbalas pantun) yang merupakan salah satu Budaya masyarakat yang keberadaannya hampir tidak dikenal lagi oleh generasi muda.

Angota lembaga adat Mubar, La Suli mengatakan, Kantola ditampilkan kembali oleh masyarakat Mubar agar generasi muda dapat mengenal dan bisa melestarikan budaya asli masyarakat Muna.

Keterangan foto: La Suli (Tengah) bersama Sitti Karimando, Camat Lawa
Keterangan foto: La Suli (Tengah) bersama Sitti Karimando, Camat Lawa

” Generasi sekarang harus mengenal dan melestarikan budaya kita. Kantola, modero, dan pogiraha adhara merupakan budaya kita. Kantola ini keberadaannya sudah tidak dikenal lagi”, Kata La Suli pada Jumat, (10/12/2021).

Baca juga:  Perlu Adanya Perhatian Pemerintah untuk Melestarikan Seni Budaya Pencak Silat Cimande "Jember"

La Suli juga menambahkan ada 3 tahapan dalam kantola yakni Ruunte, wabhintole, dan kantola(berbalas pantun).

” Ruunte merupakan pencarian nada dasar. Wabhintole itu nada awal untuk memasuki kantola (pantun). Dan selanjutnya adalah masuk pada kantola untuk berbalas pantun”, tambahnya.

Lanjut La Suli, pada zaman dahulu kantola ini ditampilkan pada acara resepsi masyarakat atau pejabat.

Baca juga:  Perkumpulan Pelestari dan Pecinta Perkutut Lokal Seluruh Indonesia (P4LSI) Korwil Bogor

” Pada zaman dahulu ketika ada masyarakat yang melakukan resepsi pernikahan atau hajatan lainnya maka selalu ditampilkan kantola. Bukan hanya itu saat panen ubi kayu pun kantola selalu ditampilkan”, lanjut dia.

Ditempat yang sama Camat Lawa, Sitti Karimando, mengapresiasi adanya inisiatif untuk pelestarian budaya kantola.

” Saya sangat apresiasi inisiatif dari masyarakat untuk menampilkan budaya kantola yang sudah hampir hilang. Ini merupakan langka awal untuk membangkitkan kembali budaya kita”, katanya.

Baca juga:  Gelar Seni Budaya Pencak Silat di Rumah Kediaman H. Juhaedi, S Ketua DPC Pagelaran Badak Putih

Sitti Karimando berjanji akan berupaya berkomunikasi dengan pemerintah daerah terkait pelestarian budaya agar generasi mudah dapat mengetahuinya.

” Saya akan tetap usulkan pada pemerintah daerah untuk pelestarian budaya agar generasi muda dapat mengetahui budaya-budaya kita. Ini merupakan ciri khas daerah kita”, tambahnya.

Untuk diketahui penampilan budaya kantola ini merupakan inisiatif dari La Ode Hasan Nur yang merupakan guru seni dan budaya salah satu SMA di Mubar yang sekarang ini melanjutkan S2. (La Roni)

Check Also

Foto: Rambo dan Joe (dok.istimewa)

Beramu Dengan Perahu Ketek, Salah Satu Tradisi di Burai Menjelang Hajatan

Reporter: Rumba Ogan Ilir | Gerbang Indonesia – Puluhan warga Burai melaksanakan kegiatan ‘Beramu’ kayu …